psikologi

Bargaining with Time: An Experience of Poor Self Assessment

Sesuatu yang baru itu kadang menakutkan buat kita, ya ga? Tapi kadang juga, begitu menarik, mendebarkan, bikin bahagia ga jelas, bikin sakit perut, dan sebagainya. Semuanya tergantung event apa yang akan kita hadapi dan gimana pemaknaan kita terhadap event itu. Kalau balik lagi ke teori psikologi, behavior itu result dari personality dan environment (B=P,E).

Kaya hari ini, aku juga punya pengalaman pertama. Simpel sih pengalamannya, bikin laporan interview. Tapi proses aku bikin laporan interview ini yang menarik, dan bisa dibilang juga aneh. Jadi, aku beres interview hari kamis sore. Laporan harus udah masuk maksimal Senin pagi. Senin pagi means right now. Berarti aku punya Jumat, Sabtu, Minggu buat ngerjain laporan 3 orang itee aku. Sayangnya, Kamis aku nginep di tempat saudara, jadi kita nongkrong, dan impossible buat aku konsentrasi bikin laporan (ah, mungkin cerita nginep di rumah saudara ini akan aku bikin post sendiri). Hari jumat sampai sabtu sore aku ada pelatihan Liaison Officer PON di Bandung (yeah, that’s right, PON XIX di Jabar!). Oke, berarti aku ada waktu ideal Sabtu malam sampai Minggu. But guess what? Yeah, you’re already right! Aku baru ngerjain Senin (today) jam 4.30-07.30. WARBYASAHHH.

The Excuses? Banyaklah, tentu aja. Aku ga suka dicap kalo aku ini prokrastinator, tapi aku menampik juga kalo aku ini selalu punctual sama jadwal yang aku bikin. Tapi, ini aneh menurut aku. Excuse yang menghantui aku selama hari minggu kemarin (sabtu aku tepar, obviously) adalah ‘aku takut mau bikinnya. dan karena aku takut, aku kerjain ntar aja pas mepet, biar aku mau ga mau harus menghadapi rasa takut itu karena aku berpacu sama waktu’. Gile ya, sebagai anak psikologi, makin ke sini, aku merasa punya masalah psikologis.

Mungkin, lewat self assessment yang ga jelas dan ga valid ini, ketakutan yang aku alami bisa disebut anxiety atau kecemasan. Kenapa disebut cemas? Karena aku berhadapan sama sesuatu yang ada di masa depan. Ketakutan bikin laporan, yang bahkan belum aku sentuh ini, unrealistic kan? Beda sama panik. Panik ini ketika stimulusnya udah ada hadapan kita. Atau beda lagi sama paranoid yang stimulusnya ada di masa lalu.

Dan, tambahan, di balik alasan ‘ aku takut mau bikinnya. dan karena aku takut, aku kerjain ntar aja pas mepet, biar aku mau ga mau harus menghadapi rasa takut itu karena aku berpacu sama waktu’, ada juga alasan I WANT MY REPORT TO BE PERFECT. Dan aku tahu aku detail banget orangnya. Dan detail TAKES TIME. Pasti aku akan lama ngerjainnya. Padahal aku ga suka ngerjain lama-lama, karena mikirnya pasti lama, dan itu akan bikin aku pusing + bete. Belum ditambah kalo aku di feed back, udah mah mikirnya lama, pusing, harus ngulang lagi. So, sepanjang hari minggu, I was chilling out while watching supernatural. Fantastic. Plus ga jelas banget aku beli martabak manis, yang aku cuma makan setengahnya. Niatnya itu martabak buat lembur, tapi kan martabak manis, jadi aku kenyang, ngantuk. Jam 11 aku tidur -__-.

Aku pasang alarm dong, jelas. Sebelum alarm bunyi, jam 3 kurang aku udah bangun, padahal aku lagi haid. Seiously, tidur aku ga tenang karena belum bikin laporan. But, AKU SUPER ENGGAN. Akhirnya aku tidur lagi, dan baru bangun pas azan subuh. Aku bener-bener baru bangun. Baru sadar aku udah ga bisa nawar lagi sama waktu. Dan, that’s it, akhirnya aku ngerjain secepat kilat. Ternyata lama juga, ngerjain laporan pertama butuh waktu satu jam, dua laporan selanjutnya, untung ga terlalu lama dan setegh 8 aku bisa beres.

Kebiasaan ini nih, entah poor self assessment atau kebiasaan nawar sama waktu. Atau trait yang selalu cemas terhadap feedback, ingin selalu sempurna. Yang bikin aku ngerjain sesuatu dilembur, SKS (sistem kebut semalam/sejam). AKu tahu itu ga baik. Damn, aku masih selalu flight. Sampai akhirnya waktu yang bisa menekan aku.

Does anyone know how to handle this? Give me some advice please…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s