psikologi

Cepat pupuk lagi, sebelum kau mati!

Selama kuliah ini, aku merasa sebagai orang yang under-achiever, artinya individu yang prestasinya buruk. Well, lebih tepatnya bukan ‘selama kuliah’, tapi mungkin akan lebih tepat diganti ‘di semester akhir ini’. Do yoou get what I’m talking about? Ada konotasi penyesalan di kalimat itu.

Di semester akhir ini, aku baru merasa sebagai seseorang yang under-achiever.

Bad. Penyesalan yang aku sesalkan, achievement yang aku rasa masih belum tercapai bukan soal nilai. Tentunya bukan. Tapi soal kesempatan.

CHANCE(S). Kalau mau dibikin list, akan banyak banget kesempatan yang aku lewatkan. Tapi bukan itu poinnya. Aku ga mau membuat daftar yang akan membuat aku makin menyesal dan makin merasa sebagai seseorang yang under-achieverWell, berusaha untuk ga memikirkan semua daftar itu di otak sebenarnya cukup sulit. I already know what I’ve missed, and I don’t want them to come right back in front of my eyes.

So, seperti yang udah aku katakan, prosesnya cukup sulit untuk enggak merasa tertekan, untuk enggak merasa useless, untuk engga menyalahkan diri sendiri. Terutama soal semua hal yang berkaitan dengan waktu. Hmm, bisa dibilang, mungkin kesalahan terbesar aku adalah kecenderungan untuk selalu flight. Tapi, jangan fokus di situ. Aku sedang berusaha bangkit, lagi berusaha fight.

Kadang, ada suatu saat ketika aku ada di titik paling sedih, bisanya cuma nangis, dan ga tau harus mulai dari mana. Gimana aku mengatasinya? Ya, silakan nangis aja. Sulit untuk berpikir rasional, takut untuk memulai. Setelah itu? Sejujurnya aku belum menemukan cara yang paling efektif untuk aku. Tapi, yang sudah dijalani sekarang adalah take sometime off. Sebulan. Setelah itu, aku kembali ke realita. Dan, tau ga? Rasanya setelah sekian lama menghilang, kembali ke hal yang dulu kamu rasa bikin kamu putus asa, ternyata ga seburuk itu kok. Ga sesulit itu. Otak kamu akan berpikir sendirinya. Procedural memory yang kamu punya, fungsi eksekutif otak kamu, akan mengambil alih intuisi kamu untuk flightAnd at that point, all you have to do is keep fighting, don’t you ever stop! Sekali kamu berhenti, kamu akan jatuh ke lubang yang sama. Minta temen-temen kamu untuk keep eyes on you. ‘Tampar’ kamu kalo kamu kembali belok. Seriously, you have to be that hard so you don’t regret anything else.

Penting untuk punya teman yang suportif di saat-saat sulit. Tapi, lebih penting lagi untuk seeking help! Cari bantuan! Saat kamu sedih, putus asa jangan diem aja. Jangan diem di kamar. Reach out to someone. Please, for your own-good-sake.

———————————————————————–

Pagi menjelang siang ini, aku baru aja nulis satu post yang agak serius, tapi sebenarnya engga serius at all. Well, let me tell you something, ini adalah wordpress baru, obviously, sebagai pengganti tumblr aku. Aku rasa, tumblr ga punya search-power (?) yang sebagus wordpress. You know what I mean, right? Maksud aku, tumblr ga terlalu populer di search engine kaya google, kalau yang disasar adalah pembaca Indonesia. CMIIW. Jadi, aku memutuskan, okay I’m gonna back to the old-classic wordpress, walaupun sebenernya udah pewe di tumblr. Hehehe oke, cukup ngebanding-bandinginnya. Ga baik.

Iklan

2 thoughts on “Cepat pupuk lagi, sebelum kau mati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s