psikologi

Mahasiswa Psikologi 101

Ini starter pack yang menurut aku harus dimiliki oleh semua mahasiswa psikologi, dan siap-siap juga buat kalian di luar sana, dedek-dedek yang masih sekolah, yang punya cita-cita mulia untuk kuliah psikologi.

Di bawah ini semuanya based on pengalaman pribadi aku selama kuliah hampi 4 tahun di psikologi. Kalau ada yang mau nambahin, monggo banget.

1. Teliti, Detail, Fokus tinggi. Yap, ini harus banget, modal dari segala modal mahasiswa psikologi. Kalian jangan cuma mentang-mentang seumur hidup sering banget dicurhatin temen, jadi tempat sampah, tempat semua nasihat dan kata-kata bijak, lantas kalian memutuskan untuk kuliah psikologi. Psikologi is beyond that, saudara-saudara! Kalian harus punya ketelitian, detail, dan fokus yang presisi dan tinggi. Kenapa? Ini penting banget, karena selama kuliah di S1, mahasiswa psikologi akan diajarkan bagaimana skoring, testing, observing, dan interviewing yang membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Skoring alat tes pauli misalnya, warbyasa sekali mengerjakannya, saya aja paling males kalo harus skoring itu. Kalian akan berkutat dengan angka-angka yang berjumlah 4000, dan itu semuanya harus diteliti, kalo ada yang kelewat, benar salah, dsb. Selanjutnya, psikologi itu berpatokan sama perilaku yang tampak, kita ga bisa seenaknya judge orang bahwa dia lemah, mampu, dan sebagainya, kita harus bisa membuktikan ada perilaku yang menunjukkan hal tersebut. Oleh karena itu, ketika interview dan observasi, teliti, fokus, dan detail sangat dibutuhkan untuk melihat perilaku-perilaku atau ucapan mana yang membuktikan judgment kita. Bukan cuma akuntan aja, ingat, lulusan S1 psikologi kebanyakan bergerak di administrasi, jadi siap-siaplah untuk melatih ketelitian dan fokus kalian sejak dini, kalau kalian mau berhasil di psikologi.

2. Interpersonal skill yang baik. It’s a must banget lah, jelas. Psikologi ini kan pengertiannya ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan proses-proses yang terjadi di dalamnya. Tentunya, ilmu ini berhubungan langsung sama manusia. Psikologi akan tetap ada selama manusia ada. Penelitiannya ke siapa lagi kalau bukan ke manusia? SIapa lagi yang dikonsul kalo bukan manusia? Psikologi ini bener-bener butuh skill komunikasi yang baik, misalnya dalam konsultasi aja, kita harus membuat nyaman orang, saat training, kita harus mendeliver materi debrief yang baik ke trainee. Semua itu dengan apa? Dengan cara kita berkomunikasi. Ketika kuliah, akan ada yang namanya interview dan metodik test, itu benar-benar mengasah kemampuan komunikasi kita. Yang satu akan mengajari gimana caranya 1 on 1 communcation, yang satunya akan mengajari gimana kita menghandle public.

3. Kemampuan konseptual dan abstraksi yang baik. Satu hal yang aku pelajari secara menyakitkan adalah hal ini. Kenapa menyakitkan? Karena aku baru sadar, aku lack di kemampuan ini saat semester akhir. Jadi, tentunya, psikologi akan sangat banyak belajar teori. Praktekk itu cuma sekitar 20%nya. Sisanya analisis-analisis. Sedangkan, tuntutan kompetensi sarjana psikologi itu adalah action, misalnya interviewing. Jangan jauh-jauh ke interviewing deh, berusaha untuk tidak judging itu sulit banget. Menyesuaikan mana perilaku yang dianggap rating 1 atau 2, itu ampun-ampunan. Sebenernya, balik lagi sih ke yang pertama, kalau kalian basic-nya emang teliti dan detail, aku rasa gaakan ada masalah untuk berpikir secara abstrak dan konseptual ala psikologi. Nah, kalau kalian merasa berat untuk berteori dan menghubungkan segala perilaku dengan teori, terciptalah orang-orang seperti aku yang variabel dan fenomena selalu ditolak dosen, dikatain kalo fenomenanya belum keluar… Mana perilakunya. Pffft 😦

4. Kritis. Yah, kembali, ini hal yang aku pelajari secara agak menyakitkan. Aku sadar aku bukan orang yang kritis. Jadilah, perjalanan ini begitu sulit. Misalnya aja saat interview, debrief, ketika harus mengorek-ngorek perilaku, lack of curiosity benar-benar menghambat aku untuk menemukan perilaku inti.

5. The ultimate tools. Pulpen 3 warna: biru, hijau, merah. Gunanya? Skoring. Terus ada juga yang namanya penggaris paulai, alat perekam, dan pensil HB.

6. Skill menulis steno. Nulis cepat, atau apapun itu namanya. Yuhu ini harus banget, karena saat interview, atau ngetes beberapa alat tes, dibutuhkan keterangan secara verbatim (tulisan sesuai apa yang diucapkan).

7. The uniform. Kemeja dan celana/ rok formal + sepatu pantofl. Ini mah gunanya buat ngetes.

8. Banyaklah bergaul. Bergaul sama orang  beda fakultas, cari kesempatan sebanyak-banyaknya. Ini jaga-jaga aja kalau kalian merasa lelah di psikologi, jadi kalian tetap bisa mengembangkan hobi dan apapun yang menarik hati kalian. Seriously, kuliah di psikologii itu  stressful :’)

Hahahaha, sekian itu 101-nya mahasiswa psikologi, versi Tomo. Jangan dibuat serius, ini mah opini pribadi. Feel free to ask or even critique yaaa~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s