journal · Tak Berkategori

Pukul 03.02

Hello, everyone! Here I am, again!

So, sekarang aku lagi ada di DD. Terjebak. Well, ga terjebak juga sih. Aku memilih untuk di sini karena terlalu takut untuk pulang sendirian. Gelap ūüė¶ Dan bahaya ūüė¶

Oke, jam segini mau nulis apa? Hahaha. Cocoknya mah nulis skripsi. Tapi sayang otak aku udah terlalu mampet untuk diajakin mikir berat.¬†Anyway, for starters, I wasn’t even in a good mood today–I mean, yesterday.

Jadi ceritanya, kemarin,¬†or todaywhatever.¬†Mood swings happened. And mood swings SUCKS.¬†Yah,¬†well, mood swings¬†bikin aku jadi¬†insecure,¬†khawatir tentang berbagai hal,¬†feeling down. But at the same time, I kinda liked it. Hell, I didn’t want it to end… Don’t even mention¬†me¬†fixing it.

Sampai, aku ngechat seorang teman. Salah satu teman terbaik, tapi secara harfiah kita jauh, ngga seberapa deket. Dulu, kosannya emang literally bangunannya sebelahan sih. Well, ini isi chat-nya:

Di, ntr jangan tinggalin aku yaahhh, ***¬†udah UP aja, kan tinggal selangkah lagi sarjana ūüė¶ Wkwkwk, ku feeling so insecure ditinggalin semua orang ūüė¶

Si teman ini, dia bales kalo dia TERHARU banget aku chat kaya gitu.

Poinnya adalah: salah satu bagian terberat jadi mahasiswa tingkat akhir yang udah melampaui¬†masa studi normal, walaupun baru lewat 2 bulan, adalah– YOU’RE LOSING YOUR FRIENDS, ONE BY ONE.¬†Seketika, teman-teman terbaikmu, yang selalu jadi¬†social support,¬†akan bilang “Dadah, aku duluan ya! Makasih atas dukungan kamu selama ini. Aku doain semoga kamu cepet nyusul dan dimudahkan skripsinya!”

Dan, akan ada masa di mana kamu dan beberapa teman terbaik yang masih berjuang akan saling bilang kaya apa yang aku¬†chat¬†ke temen aku:¬†“Jangan tinggalin aku”, “Aku takut kamu lulus duluan”, “Aku takut aku ngga punya siapa-siapa lagi nanti”, “Aku takut berjuang sendiri”, and ect.

Ngga kok, aku ngga mau nyalahin keadaan. Aku pun ngga tau, hal ini harus diselesaikan dengan apa, gimana idealnya. Karena itu bagian dari hidup.¬†As you’re getting older, as you become more mature, people are leaving you… I read it somewhere that; probably the worst part of being adult is being left by people¬†who grew up with you, together.

TAPI. Rasanya itu loh. Ketika kamu kehilangan¬†social support…

Oke, aku kira aku udah siap. Tapi nyatanya,¬†when it happened, it was worst than I’ve ever imagine.¬†Sama hal nya kaya waktu dikabarin kalau papa meninggal… Dari SD sampe pelatihan PON terakhir, udah sering ikut ESQ-ESQ-an yang selalu kasusnya orang tua meninggal, ternyata, setelah dialami…¬†You just, couldn’t…

….

Well… Let’s¬†balik lagi ke cerita¬†social support¬†dan kuliah! Yah, itulah dilemanya. Ketika makin sedikit teman, makin sempit tempat kamu bisa katarsis, makin sedikit interaksi sosial kamu… Tentunya, motivasi eksternal pun menghilang. Dan seberapa lama motivasi intrinsik bisa mempertahankan kita untuk¬†stay together?

Ah, mungkin jawabannya adalah… Bagaimana cara kita¬†cope¬†terhadap situasi ini. Regulasi diri?¬†OMG,¬†skripsi aku ūüė¶

Ya… Bisa sih, kalau kita punya¬†coping strategy¬†yang baik, tentunya¬†kita bisa¬†menghadapi¬†stressor¬†dengan baik, sehingga kita masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya di dunia sosial.

Masalahnya, kehilangan teman baik itu adalah salah satu bentuk¬†stressor¬†tertinggi yang bisa membuat¬†griefing. Dan¬†griefing, it ain’t just about D-A-B-D-A (denial, anger, bargaining, depression, acceptance).¬†Aku pernah baca,¬†even¬†orang yang udah sampai ke tahap¬†acceptance¬†sekali pun, bisa tiba-tiba kembali ke¬†denial, anger, dsb.¬†Griefing¬†strikes¬†you like a lightining. Suddenly, out of nowhere…

….

Entahlah, aku awalnya cuman mau cerita, tapi kenapa tiba-tiba sampai ke teori Kubler-ross ūüė¶

Yang biasanya mendekam di DD bareng temen. Sekarang,¬†right now. For the very first time,¬†aku sendirian begadang di sini.¬†Even mau begadang pun susah, karena ku kekurangan motivasi eksternal. Kondisinya udah beda, dan aku jadi baper ūüė¶

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s