journal

Surat untuk sahabat

img_20161104_080857Dear Agfa,

Selamat sudah resmi bergelar sarjana psikologi. Jadi, sekarang nama lengkapnya: Agfa Aghnia Nadirah, S.Psi.

Aku pribadi suka kalau ada yang nulis sesuatu tentang aku, apalagi ada yang ngirimin surat buat aku. So, aku juga ingin melakukan hal yang sama untuk kamu. Berhubung pas wisuda kemarin, aku ngga modal, ngga ngasih kado wisuda apa pun, bahkan bunga pun ngga dikasih ucapan berbentuk hard-copy. HAHA. Sorry…

Pertama kali kenal Agfa itu pas open house tahun 2012. Empat tahun yang lalu. Sejujurnya, ngga banyak yang aku ingat dari pertemuan pertama kita, kecuali beberapa memori, misalnya: aku minta nomer hape kamu karena disuruh sama papa aku haha. Selanjutnya, saat PMB, kita janjian buat berangkat bareng, ya ga sih? Dan mulai muncul bibit parasit, saat aku telpon Agfa karena Imeh mau pinjem sepatu…

Then, life goes on. Kuliah, tugas, organisasi, dan segalanya. Satu perbedaan latar belakang yang mencolok adalah: Agfa anak rumahan dan anin anak kosan. Ceritanya temenan tapi LDR-an. Dari mulai kita mencoba beberapa kegiatan bersama sampai akhirnya kita menemukan jalurnya masing-masing dan bener-bener dipisahkan pas wisuda kemarin.

Banyak hal yang kita lewatkan di masing-masing momen kehidupan kita. Ya wajarlah, da kita kan LDR. Meskipun begitu, kamu selalu ada di saat aku sangat membutuhkan, misalnya pas lagi sedih-sedihnya sama Arya dan saat papa aku meninggal. Agfa is my silent guardian angel.

Agfa dan dunia Fapsi-nya yang sangat kental, sebagai anak BEM fapsi sejati, juga kenal dan juga dikenal sama semua anak Fapsi. Punya banyak relasi per-fapsi-an. Punya banyak sifat layaknya mahasiswi psikologi. Which are beda banget sama aku… Ngga heran, di antara aku, Ikay, dan Imeh, kamu yang paling bisa survive di Fapsi. Kamu udah mulai berjuang, sementara kita semua masih santai-santai di luar Fapsi. Hingga akhirnya, kamu dapet sebutan sebagai ibu peri-nya angkatan 2012.

Kita sama-sama introvert, tapi beda. Tapi ngga papa, justru karena itu aku belajar banyak: untuk menurunkan ego dan emosi. Belajar untuk mengerti orang lain. Belajar untuk ngga hanya menguatkan diri sendiri, tapi juga menguatkan orang lain. Belajar untuk peka, dan ternyata susah.

Mungkin bukan aku tempat pertama kamu untuk curhat, dan mungkin kamu bukan tempat pertama aku untuk curhat. But I think that doesn’t define our friendship. Kita lebih dari sekedar tempat curhat atau tempat berkeluh kesah. Meskipun ngga heboh kaya semua geng pertemanan di Fapsi atau geng pertemanan orang lain, aku rasa dalam ‘kecukupan’kita, kita punya ikatan yang cukup erat. Aku rasa, meskipun dalam lima atau sepuluh tahun mendatang kita ngga ketemu, kita akan tetep bisa ‘haha hihi’ tanpa ada rasa canggung satu sama lain.

Kelebihan yang harus kamu manfaatkan untuk kehidupan selanjutnya adalah: kamu itu gampang disukain sama orang lain, artinya you have a good interpersonal relationship skill. Ngga cuma aku, aku yakin, semua orang pun meyakini hal yang sama. Monggo dimanfaatkan hal itu. Ngga semua orang, begitu bicara akan langsung disukain orang lain. Tapi kamu kaya gitu. Silakan ‘pelet’ orang-orang yang sekiranya akan memudahkan kamu untuk kehidupan selanjutnya. WKWKWK. Maksudnya, aku yakin, kalau ada wawancara pekerjaan, wawancara beasiswa, wawancara kuliah, kamu akan melaluinya dengan gampang. Mungkin kamu ngga menyadari hal itu, but trust me, you got that.

Dan terkahir, semoga sukses menjalani kehidupan… Jalan kita masih panjang…

Selamat menemukan pelabuhan terbaik 🙂

 

 

From me, with tons of love.

Jatinangor, 6 November 2016.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s